Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Dan Persamaan Akuntansi Syariah Dengan Konvensional

Saat ini ekonomi Islam mulai dilirik banyak kalangan ,bagaimana tidak  ekonomi islam dianggap dapat menjadi solusi terhadap perekonomian saat ini.yang mana dianggap ekonomi sosial dan ekonomi kapitalis mengandung sarat yang tidak adil maka jadilah ekonomi islam datang untuk menyelesaikan krisis  ekonomi dunia berkepanjangan yang terjadi sampai hari ini.
pada hakekat nya ekonomi islam sudah ada jauh sebelum adanya ekonomi klasikl yaitu pada masa nabi juga sudah ada di praktekan  ekonomi islam namun banyak yang mengira Ekonomi islam baru muncul saat ini.Tujuan ekonomi Islam yaitu mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia didunia dan di akhirat.Perkembangan Akuntansi Saat ini juga mulai mengacu pada ekonomi islam yaitu mulai maraknya Akuntansi Syariah, berikut persamaan dan perbedaan Akuntansi Syariah dengan Konvensional

A..Persamaan Kaidah Akuntansi Syariah  dan Akuntansi Konvensional
  1. Prinsip pemisahan jaminan Keuangan dengan prinsip unit ekonomi .
  2. prinsip penahunan (hauliyah)dengan prinsip periode waktu atau tahun pembukuan keuangan
  3. prinsip pembukuan langsung dengan pencatatan bertanggal.
  4. Prinsip kesaksian dalam pembukuan dengan prinsip penentuan barang.
  5. Prinsip perbandingan (muqabalah) dengan prinsip perbandingan  income  dengan cost.
  6.  Prinsip kontinuitas (istimrariah) dengan kesinambungan perusahaan.
  7. Prinsip keterangan (idhah) dengan penjelasan atau pemberitahuan.
B.Perbedaan Akuntansi Syariah Dengan Akuntansi Konvensional


Kriteria
Akuntansi Syariah
Akuntansi Konvensional
Dasar hukum
Hukum etika yang bersumber Al-qur’an dan hadist
Hukum bisnis modern
Dasar tindakan
Keberadaan hukum Allah- keagamaan
Rasionalisme ekonomis-sekuler
Tujuan
Keuntungan yang wajar
Maksimalisasi keuntungan
Orientasi
Kemasyarakatan
Indvidual atau kepada pemilik
Tahap operasional
Dibatasi dan tunduk ketentuan syariah
Tindakan di batasi kecuali pertimbangan ekonomis
Read more

Pengertian Dan Tujuan Akuntansi Syariah

A. PENGERTIAN AKUNTANSI SYARIAH
Secara sederhana pengertian akuntansi syariah dapat dijelaskan melalui akar kata yang dimilikinya  yaitu akuntansi dan syariah. Akuntansi dalam bahasa Arabnya yaitu "Musahabah"yang berasar dari kata hasaba,hasiba,muhasabah,atau wazan yang lain adalah hasaba,hasban, hisabah, artinya menimbang, memperhitungkan, mengkalkulasikan,mendata atau menghisab, yakni menghitung dengan seksama atau teliti yang harus dicatat dalam pembukuan tertentu.

Jadi, akuntansi syariah adalah proses akuntansi atas transaksi-transaksi sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Allah Swt. Dapat disimpulkan juga akuntansi syariah sebagai kegiatan identifikasi, klarifikasi dan pelaporan memalui dengan pengambilan keputusan ekonomi berdasarkan prinsip akad-akad syariah yaitu tidak mengandung zhulum (kezaliman), riba maysir (judi), gharar (penipuan), barang yang haram, dan membahayakan.

B.TUJUAN AKUNTANSI SYARIAH
Pada dasarnya keutamaan akuntansi syariah adalah untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat,jadi akuntansi syariah tidak hanya berfokus pada tujuan dunia saja namun juga kepada akhirat juga.ada tiga (3)sasaran hukum yang menunjukan islam sebagai rahmat bagi seluruh semesta alam dan isi nya.
  1. Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.
  2. Tegaknya keadilan didalam masyarakat.
  3. Tercapainya maslahah (puncak sasaran):Selamat agama,jiwa,akal,keluarga dan keturunannya ,harta benda.
Dengan demikian ,tujuan akuntansi syariah adalah merealisasikan kecintaan utama kepada Allah Swt,dengan melaksanakan akuntabilitas ketundukan dan kreativitas ,atas transaksi-transaksi,kejadian-kejadian ekonomi serta material,batin maupun spiritual,sesuai dengan nilai-nilai islam dan tujuan syariah. secara umum tujuan akuntansi syariah mencakup:
  1. Membantu mencapai keadilan sosial -ekonomi(Alfalah)
  2. Mengenal sepenuhnya kewajiban kepada Tuhan,masyarakat,individu sehubungan dengan pihak-pihak yang terkait pada ativitas ekonomi yaitu akuntan,auditor,manajer,pemilik,pemerintah,dan lainnya sebagai bentuk ibadah.
Read more